4 Cara Klaim Asuransi Mobil Yang Benar Untuk Hasil Maksimal!

Memahami ketentuan perusahaan asuransi merupakan hal terpenting. Pasalnya, penolakan pengajuan klaim asuransi mobil seringkali terjadi akibat ketidaktahuan aturan dan ketentuan. Untuk mendapatkan pelayanan yang maksimal, kamu harus mengetahui cara klaim asuransi mobil yang benar.

Cara Klaim Asuransi Mobil

Merasakan penolakan pengajuan asuransi mobil tentu sangat menjengkelkan, apalagi kamu sudah membayar premi setiap bulan. Ini adalah beberapa cara tepat untuk memastikan klaim asuransi mobil kamu berjalan dengan lancar dan maksimal.

1. Hubungi Pihak Asuransi Dengan Cepat

Semua orang tentu tidak menginginkan sesuatu yang buruk terjadi pada mobil mereka. Namun, kamu harus langsung menghubungi pihak perusahaan asuransi di mana mobil kamu terdaftar. Umumnya waktu pelaporan kecelakaan, kehilangan, rusak akibat banjir, dan risiko lain adalah maksimal 3 x 24 jam setelah kejadian.

Laporan yang cepat akan mempermudah pengajuan klaim asuransi dan proses survei. Kamu dapat menjelaskan secara terperinci kronologi kejadian malang yang menimpa mobil kamu. Selain itu, kamu bisa menerima layanan mobil derek dan perbaikan mobil setelah menyelesaikan proses survei dan pengisian formulir klaim.

2. Jangan Lupa Persiapkan Bukti-Bukti

Bukti yang jelas adalah kunci kuat untuk menghindari penolakan klaim asuransi mobil. Tanpa bukti, perusahaan asuransi akan menjadi skeptis. Ini bukanlah bentuk dari ketidaksopanan, melainkan kehati-hatian supaya mereka percaya bahwa kamu tidak berusaha menipu hanya untuk mendapatkan ganti rugi dari perusahaan asuransi.

Kamu bisa memotret bagian badan mobil yang rusak akibat kecelakaan. Jika kasusnya adalah kehilangan mobil, kamu bisa mencari dan mempersiapkan bukti CCTV. Selain itu, bukti-bukti ini akan menjadi bahan untuk pelaporan ke pihak yang berwajib.

3. Menjelaskan Kronologi Kejadian dengan Jelas

Dalam pengajuan klaim asuransi mobil, kamu harus melewati beberapa proses termasuk menjawab pertanyaan dari pegawai asuransi. Pegawai bagian klaim akan mengharapkan kamu untuk menjelaskan kronologi kejadian hingga mencapai konklusi bahwa kejadian ini benar dan asli terjadi.

Oleh sebab itu, persiapkan diri kamu untuk mengingat kembali lokasi dan waktu kejadian. Kamu juga bisa memberikan detail tentang posisi pengemudi saat di mobil dan apa yang sedang terjadi sebelum kejadian menimpa.

  1. Melengkapi dan Menyerahkan Dokumen-Dokumen Penting

Dalam pengajuan klaim, kelengkapan dokumen-dokumen penting adalah salah satu ketentuan. Dokumen yang dibutuhkan akan diselaraskan dengan kebutuhan klaim asuransi mobil kamu dengan kejadian. Ini adalah beberapa contoh dokumen yang dibutuhkan sesuai dengan kejadian.

1. Klaim Kecelakaan Mobil

Jika terjadi kecelakaan mobil, kamu perlu mengisi formulir pengajuan klaim terlebih dahulu. Setelah itu, kamu bisa mempersiapkan surat keterangan dari polisi, fotokopi KTP, fotokopi SIM, beberapa bukti foto setelah kecelakaan mobil, dan fotokopi polis dari asuransi mobil.

2. Kecelakaan yang Melibatkan Pihak Ketiga

Karena melibatkan pihak ketiga, kamu perlu meminta fotokopi SIM, KTP, dan STNK yang bersangkutan. Surat keterangan dari kepolisian mengenai kecelakaan juga sangat penting, beserta dengan surat pernyataan tuntutan ganti rugi dari pihak ketiga dan pernyataan tidak memiliki asuransi dari pihak ketiga.

3. Klaim Asuransi Mobil Dicuri

Jika terjadi pencurian mobil, kamu wajib mengisi formulir pengajuan klaim terlebih dahulu. Setelah itu, fotokopi SIM, STNK, dan KTP adalah dokumen pelengkap yang wajib.

Selain itu, kamu perlu mencari keterangan dari pihak berwajib mengenai pencurian mobil kamu. Yang terakhir adalah surat bukti pemblokiran STNK kendaraan.

Apakah Kamu Sudah Mengerti Cara Klaim Asuransi Mobil?

Jika kamu membutuhkan bantuan, agen asuransi mobil terbaik selalu siap membantu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *